Thursday, 8 November 2012

The Look of Love

Beribu kali sudah aku mendengarkan sebuah lagu ciptaan Burt Bacharach berjudul The Look of Love, lagu yang telah dilantunkan oleh begitu banyak penyanyi dan musisi jazz dunia.

Lagu itu memicu sebuah fantasi, membangkitkan sebuah kenangan lama yang selalu aku nikmati. Kenangan yang (mungkin) tidak akan aku lupakan hingga aku mati. Persis seperti judulnya, kenangan itu terbentuk dari sebuah tatapan. Apakah itu tatapan cinta? Entahlah..

Tatapan itu hanya aku dapatkan dari orang-orang yang (sepertinya) memang tulus padaku, yang benar-benar peduli tentangku. Tatapan itu datang dari keluargaku, beberapa teman, dan Sang Nona.

Anggaplah beberapa jam yang lalu seorang perempuan di Twitter berkata padaku, "selamat dibuai oleh tipuan persepsi", kalimat itu sempat mengganjal. Bagaimana mungkin aku bisa memastikan tatapan itu adalah tatapan cinta?

Sebuah kepastian pun menjadi sebuah tujuan, menjelma dalam perjalanan filosofis tanpa akhir mengenai sebuah kebenaran. Bukanlah sebuah kepastian bahwa Sang Nona benar mencintaiku, tapi merupakan sebuah keyakinan bahwa aku bertahan menjaga hidupku dari kegilaan pikiran demi Sang Nona.

No comments:

Post a Comment

I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.