Thursday, 25 October 2012

Anxiety

Sudah nyaris sebulan belakangan ini saya tidak menjalani rutinitas yang sebagaimana mestinya. Saya seorang mahasiswa, namun saya tidak menghadiri kuliah dalam kelas-kelas yang berisikan teman-teman sejurusan. Sudah dua bulan lebih belakangan pula saya dilanda sebuah bentuk kecemasan yang tak kunjung usai. Kecemasan yang membuat interaksi sosial menjadi sulit untuk dilakukan oleh saya, bahkan terhadap orang terdekat sekalipun. Berkali-kali saya mencoba untuk menenangkan diri (melakukan rileksasi, bermeditasi, hingga menulis dalam kesunyian ruang kamar). Semua gagal.

Sudah dua bulan pula saya mengunjungi seorang psikiater di sebuah rumah sakit di daerah Pondok Gede, Jakarta. Terakhir saya kesana, beliau mengatakan kepada saya bahwa saya menderita depresi tingkat menengah, penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah konflik yang terus-menerus terjadi di dalam rumah, konflik yang melibatkan saya dengan bapak saya. Dari hal sepele hingga hal yang membuat kami salah paham, semuanya memicu saya untuk bertingkah dalam sebuah kecemasan yang tak perlu.

Kecemasan ini merusak segala aspek kehidupan saya: keluarga, kuliah, pertemanan, hingga hubungan seksual yang saya jalin dengan beberapa pria saat ini. Entah apa yang salah dalam diri (atau pikiran) saya, yang jelas saya memang merasa ada sesuatu yang salah.

Saya mencoba menelisik apa yang terjadi kepada saya secara filosofis, namun hasilnya adalah kebuntuan. Yes, I'm in the edge of the cliff..
Semoga upaya melalui jalan lain mampu membantu saya menuju jalan "kesembuhan".

No comments:

Post a Comment

I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.