Wednesday, 20 June 2012

Celoteh #4

"Beberapa nama terkesan acak, tak berarti. Kelak mereka akan hidup di paling tidak satu raga yang lahir dari rahim ini. Ya, aku ingin mempunyai raga itu, meski hanya satu. Tak ada seorang pun yang dapat menghalangi, sekalipun Dia." - 16 Juni 2012 @ Kalisari.

Menatap masa depan.
Kelak aku akan disana.
Penuhi asaku.
Penuhi tujuanku.
Ada satu hambatan.
Buatku tertahan oleh awan.
Nanti aku akan lawan.
Meski aku harus menahan angan.
 - 18 Juni 2012 @ Kalisari.

Jika kelak cinta dan seks tak lagi punya makna.
Lalu apa lah arti bercinta?
 - 15 April 2012 @ Kalisari.

Kau membiru, larut dalam elegi.
Jelaga hitam di atas putih memanggil.
Kau membisu, hiraukan dirinya.
Aku hanya bisa melihatmu.
Berharap sepatah kata keluar.
Tapi kau tetap terdiam sunyi.
 - 2 Mei 2012 @ 4.217, FIB UI.

Entah kemana perginya dirimu.
Kau menghilang tak tentu rimbanya.
Tak tahukah kau?
Aku merindumu tiap malam.
Hingga pagi menjelang.
Mimpikan dirimu hingga orgasme.
Yang tak lebih dari luapan tak tersampaikan.
Mencairkanmu hingga rasio tak terpakai.
 - 2 Mei 2012 @ 4.217, FIB UI.

Melankolia, terjebak sepi dalam nada.
Ia meringis tiap kali insan memetiknya.
Apalah ia? Tak lebih dari mengada.
Diam kelabu tak ubahnya langit sendu.
 - 10 Mei 2012 @ 4.301, FIB UI.

Kebahagiaan menanggung.
Ada sorak palsu di atas panggung.
Yang ku lihat hanyalah punggung.
Tak berani untuk menyinggung.
 - 10 Juni 2012 @ Situ Gintung, Tangerang Selatan.

No comments:

Post a Comment

I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.