Damai menjelma hingga rusuh.
Meresap hingga atom terkecil.
Ku dengar gumam sang musuh.
Kala dia mencari seorang kecil.
Miris, jiwaku teriris.
Merindu, hatiku menangis.
Lalu bakteri sirnakan eksistensi.
Buatku damba sang kekasih.
- 14 Agustus 2011.
Biru. Putih. Kelabu.
Aku pergi kesana.
Selalu kau di sini.
Aku tak cari kamu.
Tapi kenapa kau ada?
Biarkan sinar sirna.
Aku kelabu, kau kesana.
Ku lihat kita tergeltak.
Tersenyum tatap angkasa.
Sambut tangan satu dan lain.
Kita kembali.
Aku cari kamu.
- 27 Oktober 2011.
Seat: 02A. Lion Air, JT0020. Jakarta - Denpasar
The blues overwhelmed me.
It feels me, then it fills me deep.
And all I can do is sitting.
Thinking, and become reflective.
What if he can't take me as I am?
I am afraid, I am sad.
- 23 Desember 2011 @ Kantin Sastra, FIB UI.
Ragu aku mengatakannya.
Alangkah bimbang rasio ini.
Fajar yang ku nanti belum muncul.
Tanah ini pun bergetar kencang.
Aku hanya resah, sayang.
- 23 Desember 2011 @ Pesona Kalisari, Cijantung.
Kini aku terikat.
Tapi herannya tanpa penat.
Aku dan mereka adalah padat.
Meskipun tak hadir empat.
Kini aku tak sendiri.
Mereka melihat kami dengan iri.
Kami adalah satu diri.
Saling bantu agar bisa berdiri.
Dan aku bersyukur.
Karena kebahagiaan ini takkan bisa diukur.
- 19 Januari 2012 @ Kalisari.
Ketika secuil sindiran menjadi berbahaya.
Manusia tak boleh lagi bicarakan pendapatnya.
Otoritas jadi hegemoni.
Saat itulah aku berevolusi.
- 16 Juni 2012 @ Kalisari.
No comments:
Post a Comment
I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.