Seorang wanita yang mereka bilang gila, terjerembab dalam mani malaikat manis.
Dia berlaku seolah tak peduli, namun merintih sunyi tak terdengar di ujung sana.
Kesadaran tak tersadarkan, gilanya tak henti pada kewarasan massa yang buta.
Siapakah yang gila? Dia atau mereka?
Sebuah enigma tersembunyi dalam kewarasan.
Menjalar, menyusup, menggerogoti kewarasan hingga tak sadarkan diri.
Dia menyaksikan semuanya, diam dalam sebuah reuni antara kewarasan dan kegilaan.
Dia tak tahu apa makna semuanya itu. Dia hanya seorang saksi.
Bisu, takut, pengecut karena tak tahu siapa itu kewarasan dan kegilaan.
Dia tetap diam, duduk dengan tenang dan melihat setiap detik kesadaran semu itu.
Datang seorang pria “waras” kepadanya, menjulurkan tangannya.
Dia tetap berdiam diri, tak menanggapi. Sang pria bicara seorang diri.
No comments:
Post a Comment
I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.