Semakin hari, semakin terkesan tak berguna. Kegagalan pagi ini memicu sebuah frustasi. Aku ingin berubah, tapi bagaimana jika tak mampu?
Aku tak ingin menjadi sebuah kegagalan untuk kedua kalinya. Imajinasi terhenti, inspirasi pun mati. Aku kembali berada jauh di belakang, seperti ditarik magnet kuat. Dan entah sampai kapan aku berada di sini..
Beberapa hari yang lalu, ketika aku beranjak pulang dari kampus, suara-suara itu kembali. Salah satunya mengatakan bahwa orang yang berjalan di belakangku punya niat jahat dan sengaja mengikutiku keluar dari stasiun kampus, aku tak menghiraukan suara itu hingga langkahku terhenti di jalan raya Margonda. Tubuhku berkeringat, dingin. Tetesannya mengalir turun dari keningku. Telapak tanganku juga basah.
Sebuah kengerian yang beberapa minggu lalu menghilang, kini kembali. Sampai kapan aku harus menahan kecemasan dan ketakutan ini, Tuhan?
No comments:
Post a Comment
I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.