Monday, 16 July 2012

Amarah Jiwa

Terbangun dgn teriakan, "JANGAN BANGUN SIANG! NANTI SAYA MASUKKIN KAMU KE ASRAMA!"

Lama-lama gue bunuh juga itu orang, terus mayatnya gue cemplungin ke laut buat makan ikan hiu yg terancam punah. Bikin emosi aja sih..

Asrama kampus aje perasaan gak begitu-gitu amat.. Dasar kolot.

Seolah-olah hidup gue cuma didedikasikan sebagai manifestasi dendam kesumat kepada otoritas patriarki yg totalitarian, gue manusia woy!

Lihat dan nikmati akhir hidupmu pah ketika aku akan menaruh di panti jompo tanpa sedikit pun mengunjungi dirimu, rasakan pahitnya jadi aku.

Dan dia tak lebih dari sekedar pengecut yg bersembunyi dibalik kedok pendidikan semi-militernya, cuma semi bukan asli. Dia palsu!

Kalo mereka blg anak yg murtad adalah beban kubur bagi orang tua terutama bapaknya, bagus kalo gitu! Makan tuh siksa kubur pah! Nikmati!

Gue gak percaya life after death, tp kalo itu memang ada, semoga dia tersiksa selamanya karena dia bapak teregois yang pernah gue temuin.

Dia gak pernah ada waktu gue butuh, dia gak pernah benar2 ada ketika dia "mendidik" gue. Sekarang dia mau mengatur gue, lo siapa bos?! Ngehe

 - Diambil dari kicauan Twitter oleh @chrisdenialart, 16 Juli 2012.

No comments:

Post a Comment

I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.