Sebuah fakta yang saya kira tak akan terjadi ternyata terjadi, drama Mimpi Donita yang dipentaskan oleh jurusan Ilmu Filsafat UI untuk Petang Kreatif FIB UI 2011 menjadi juara 2, sungguh... saya tak pernah menyangka. Bahkan sebelumnya saya sempat meneteskan air mata sesaat setelah pentas karena komentar yang datang dari seorang dosen mengenai penampilan musik dalam pentas drama tersebut, saya berpikir bahwa saya gagal. Saya merasa gagal karena telah memainkan gendang dan beduk dengan tidak tepat sehingga kurang mendukung jalannya cerita, saya begitu kecewa terhadap diri sendiri. Rasa kesal dan sesal seketika muncul ketika teman-teman saya menghabiskan waktu dengan berfoto-foto ria setelah pentas, saya hanya duduk sendirian dekat gendang, menangis karena merasa gagal, tak lama beberapa senior menghampiri saya, mencoba untuk menenangkan saya dari tangis yang mulai tak terkendali. Saya mencoba menahan perasaan kesal dan mencoba untuk ikhlas, saya berterima kasih kepada beberapa senior terutama Mbak Upie (Filsafat UI 2002) yang telah menenangkan saya, entah apa jadinya kalau beliau tidak menghampiri saya waktu itu.
Setelah tenang, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu di gudang Teater Sastra, mendengarkan musik sambil membaca bahan kuliah yang akan saya jadikan makalah, saya sudah pasrah, saya bahkan sempat berpikir untuk pulang tanpa tahu pengumuman pemenang Petang Kreatif FIB UI 2011, namun saya mencoba untuk bertahan karena rasa penasaran. Tak lama, saya mendengar deru teriakan teman-teman dari Sastra Inggris di lantai bawah Gedung IX, saya lari menuju mereka, bertanya apakah pengumuman mengenai juara sudah dimulai, dan ternyata prasangka saya benar, pengumuman mengenai nominasi-nominasi dan juara mulai dikumandangkan...
Ilmu Filsafat masuk ke dalam semua kategori kecuali tata panggung dan tata cahaya, namun sayangnya kami hanya bisa meraih gelar aktris pendukung wanita terbaik, tadinya saya berharap musik dapat memenangkan gelar musik terbaik, namun ternyata gelar itu dimenangkan oleh jurusan Ilmu Sejarah, saya semakin pasrah, muka melas pun terlihat semakin mencolok dalam raut muka saya.
Lalu dimulailah pembacaan juara 3, saya berdoa, semoga...
Dan ternyata Ilmu Filsafat tidak memenangkan juara 3, raut wajah saya semakin suram. Kemudian pembacaan juara 2, Ray Sahetapy yang waktu itu menjabat sebagai salah satu juri menyebut kata "Sastra" sebelum akhirnya menarik kata itu kembali dan mengatakan bahwa juara 2 Petang Kreatif FIB UI 2011 bukanlah jurusan sastra, saya sudah berpikir bahwa yang berkemungkinan besar untuk menang pastilah Ilmu Sejarah atau Ilmu Perpustakaan, namun tiba-tiba Ray Sahetapy mengucapkan... Ilmu Filsafat. Saya sungguh tidak percaya dengan apa yang saya dengar, tepat di luar Auditorium Gedung IX FIB UI, saya berteriak sekencang-kencang, bahkan berguling-guling hingga dilihat oleh orang banyak, namun saya tidak peduli, rasa euforia seketika menyeruak jauh ke dalam otak dan hati. Rasa puas dari euforia tersebut bahkan lebih 'nendang' ketimbang multiple orgasme yang biasa saya dapatkan dari partner-partner saya. Perasaan tersebut sungguh menakjubkan, saya kembali menangis, kali ini tangis bahagia yang keluar dari mata saya. Saya mencoba memeluk semua anggota keluarga Ilmu Filsafat, tak peduli baik lelaki atau wanita, rasa bahagia yang dengan sangat penuh mengisi otak, membuat arus dopamin tak henti-hentinya mengalir. Rasa lega, puas, senang, haru, bahagia... Aaah... Itu semua benar-benar tak tergambarkan, bahkan dengan orgasme terbaik sekalipun. Sungguh, untuk pertama kalinya saya merasa benar - benar menjadi seorang anggota keluarga yang begitu mesra, dekat, dan intim yaitu keluarga besar Ilmu Filsafat UI.
Terima kasih Tuhan atas segala 'ketidaksengajaan'-Mu dalam menentukan takdirku yang berakhir di jurusan Ilmu Filsafat, semoga ini menjadi blessing in disguise yang takkan saya lupakan seumur hidup saya. Amin.
No comments:
Post a Comment
I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.