"Great anger comes with great lust" - Chrisantina Pesarona
Seorang wanita melangkah, berjalan menuju lantai kayu parquet dalam ruangan. Sebuah lagu bossanova oleh Stan Getz terdengar sayup dari kotak suara di pojok. Sang wanita menari di tengah lantai dansa, menggerakkan pinggulnya mengikuti alunan irama lagu, cahaya temaram dari sebuah lampu bohlam kusam di atas plafon menerangi sang wanita bersama bayangannya. Sisanya gelap...
Lalu datanglah derap langkah dari sisi lain pintu, seorang pria berdiri tegak menatap sang penari wanita, menatapnya penuh tanya dan rasa kagum disaat yang sama. Sang wanita menghampiri sang pria, mengajaknya menari bersama di bawah temaramnya lampu bohlam.
Sebuah pintu lain yang menatap balkon di luar ruang terbuka oleh angin, membiarkan cahaya perak dari bulan purnama menyeruak masuk ruangan beserta angin malam yang menusuk tulang. Sang wanita yang hanya berbalut sebuah gaun hitam beludru seketika merasa kedinginan, menggigil kecil kala sang pria mencoba memeluknya selagi mereka masih berdansa.
Tanpa melepas rengkuhannya sang pria memeluk sang wanita, melepaskan jas putih gading yang dia pakai lalu memasangkannya longgar di tubuh sang wanita. Tak ada niat lain selain cinta yang tulus dari sang pria, sang wanita menyambut kebaikan sang pria dengan melanjutkan tariannya, dengan lebih menggoda.
Sang pria sungguhlah hanya seorang manusia biasa, yang tak luput dari khilaf, tanpa kuasa dia membiarkan naluri primitifnya muncul begitu saja. Musik bossanova, cahaya temaram lampu & bulan, tarian sang wanita yang sensual mendorongnya untuk berbuat lebih berani kepada sang wanita.
"You know I'll be tempted, huh?" sang pria bertanya sambil menatap sang wanita lekat-lekat, tangannya menjulur ke bawah pinggul sang wanita.
Ingin tahu lanjutan ceritanya? Stay tuned :D
No comments:
Post a Comment
I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.