Friday, 23 December 2011

Galau Cinta

Tak disangka-sangka, setelah sekian lama menjalani hidup tanpa komitmen dan cinta, saya galau karena cinta!

Kejadian beberapa hari lalu membuat saya merefleksikan kembali apa yang saya alami hingga beberapa tahun kebelakang. Dulu saya pernah merasakan cinta, perasaan yang mengikat saya dan seseorang begitu erat, cinta mendominasi hidup saya kala itu. Namun karena sesuatu hal, saya berikrar bahwa saya tidak akan mau jatuh cinta lagi, bahkan kemauan itu membuat saya tidak bisa merasakan cinta meski "cinta" badaniah sering saya jalin dengan beberapa pria sekaligus, hidup terasa ringan, tak ada beban yang membelenggu saya dalam bertindak.

Saya memang seorang penyuka kebebasan, cenderung menjadi pemberontak jika terikat dalam suatu aturan baik dalam keluarga, kuliah, dan juga hubungan romansa. Dulu pun saya akhirnya berpisah dengan mantan kekasih saya karena saya terlalu cuek dan bebas sehingga lupa memberi perhatian lebih kepadanya. Bagi saya semua lelaki adalah sama, sehingga saya memperlakukan mereka secara rata, hal ini membuat status hubungan percintaan tak lagi berarti bagi saya. Memang ada beberapa lelaki yang saya perlakukan khusus karena adanya hubungan percintaan (badaniah) dengan saya, tapi ya hanya sekedar itu, tak ada status, tak ada perhatian lebih seperti layaknya sepasang kekasih yang benar-benar mencintai, yang ada hanyalah ketertarikan seksual semata.

Beberapa bulan yang lalu saya juga pernah merasakan cinta, namun kandas begitu saja karena saya dan seorang lelaki (yang kala itu sedang menjalin hubungan badaniah dengan saya) sama-sama tak akan bisa mempertahankan cinta dalam hubungan kami, kami berdua sama-sama punya pasangan lain, dia terutama tidak bisa meninggalkan pasangannya karena sudah terlanjur tunangan. Sesungguhnya pertunangan tersebut tidak mempengaruhi hubungan kami, namun dikarenakan kesibukan masing-masing, hubungan tersebut pun juga akhirnya lenyap ditelan waktu.

Meskipun jatuh cinta yang kali ini benar-benar secara harafiah melanggar ikrar saya sendiri. Peristiwa galau ini telah membuat saya bersyukur, hal ini membuktikan bahwa saya adalah seorang manusia, manusia yang memenuhi kodratnya (bisa mencintai, bahkan bisa galau). Meskipun rasa sakit hati muncul, tapi rasa takut, bimbang, bahkan senang ikut muncul dalam peristiwa galau cinta yang saya alami ini.

Mungkin inilah tanda bagi saya untuk berhenti menjalani hidup dan hubungan yang terlalu bebas, saatnya menata kembali dan mencoba untuk lebih sedikit konservatif dalam menjalaninya. Cinta bertepuk sebelah tangan bukanlah masalah bagi saya, semoga saya bisa mengubah perasaan oknum yang membuat saya galau sehingga pada akhirnya saya bisa 'menata' kembali hidup saya dengan menjadi miliknya dan mengisi hari-hari saya dengan cinta...

Walk across the bridge, together...




No comments:

Post a Comment

I am open for discussion and comments, but I will not show or reply any kind of comments which is inappropriate to the post or if it's out of context.